Cakrawala Indonesia — Harga emas dunia yang tengah mengalami koreksi diperkirakan akan kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan. Meski saat ini masih bergerak di bawah level US$ 4.800 per troy ons, para analis tetap optimistis terhadap prospek logam mulia tersebut.
Mengutip laporan dari State Street Global Advisors, terdapat probabilitas sebesar 50% bahwa harga emas akan berada di kisaran US$ 4.750 hingga US$ 5.500 per troy ons sepanjang sisa tahun 2026. Bahkan, emas disebut memiliki peluang untuk menembus level psikologis US$ 5.000 per troy ons pada akhir tahun.
Koreksi harga emas belakangan ini dinilai sebagai hal yang wajar. Perubahan sentimen pasar global, terutama akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, turut memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter.
Pada awal tahun, pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan menurunkan suku bunga sekitar 58 basis poin sepanjang 2026. Namun, situasi global yang semakin tidak menentu justru mendorong ekspektasi sebaliknya.
Dalam periode pertengahan hingga akhir Maret, probabilitas kenaikan suku bunga bahkan sempat melampaui 60%. Sementara itu, data dari CME FedWatch Tool menunjukkan peluang sebesar 71% bahwa suku bunga akan tetap berada di level saat ini hingga akhir tahun.
Kondisi suku bunga yang tinggi menjadi tekanan bagi harga emas. Hal ini disebabkan meningkatnya imbal hasil riil dan kebijakan moneter yang lebih ketat, sehingga meningkatkan biaya peluang bagi investor untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Meski demikian, para analis menilai fundamental jangka panjang emas masih kuat. Salah satu pendorong utamanya adalah lonjakan utang pemerintah Amerika Serikat. Berdasarkan proyeksi Kantor Anggaran Kongres, pembayaran bunga bersih atas utang federal AS diperkirakan akan melampaui US$ 1 triliun untuk pertama kalinya pada tahun ini.
Dengan kombinasi faktor geopolitik, kebijakan moneter, dan tekanan fiskal, emas dinilai tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
