Cakrawala Indonesia – Harga Bitcoin (BTC) masih bertahan di atas level US$84.000 pada perdagangan Senin (28/9/2026) pagi. Pergerakan harga yang relatif terbatas membuat perhatian pasar beralih pada sinyal dari Michael Saylor yang kembali memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan pembelian Bitcoin oleh Strategy.
Mengacu pada data CoinMarketCap pukul 06.25 WIB, Bitcoin tercatat turun tipis 0,06% ke level US$84.303 per koin. Dengan asumsi kurs Rp17.914 per dolar AS, harga tersebut setara sekitar Rp1,51 miliar per BTC.
Di pasar kripto secara keseluruhan, kapitalisasi pasar global justru meningkat 0,11% dalam 24 jam terakhir menjadi US$2,89 triliun. Sementara itu, indeks CoinDesk 20 melemah 0,99%.
Pergerakan aset kripto utama lainnya relatif beragam. Ethereum (ETH) berada di kisaran US$2.674, sedangkan Binance Coin (BNB) menguat 0,73% menjadi US$777.
Dikutip dari Pluang, perhatian investor kembali tertuju pada Michael Saylor, Executive Chairman Strategy, setelah dirinya mengunggah grafik Bitcoin dengan keterangan “Even more orange”.
Unggahan tersebut kembali memunculkan spekulasi bahwa Strategy berpotensi menambah kepemilikan Bitcoin. Sebelumnya, sinyal serupa dari Saylor kerap muncul menjelang pengumuman transaksi pembelian Bitcoin oleh perusahaan.
Strategy sebelumnya mengumumkan pembelian 950 BTC dengan nilai sekitar US$76 juta. Setelah transaksi tersebut, total kepemilikan Bitcoin perusahaan mencapai 846.000 BTC.
Meski demikian, unggahan terbaru Saylor belum dapat dipastikan sebagai indikasi pembelian baru. Konfirmasi transaksi masih menunggu pengajuan regulasi perusahaan.
Di tengah spekulasi tersebut, arus dana masuk ke ETF Bitcoin spot juga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar untuk melihat tingkat permintaan terhadap aset kripto terbesar tersebut.
Bitcoin kini menghadapi perhatian pasar pada level US$84.000. Pergerakan selanjutnya akan mencermati kemampuan BTC mempertahankan level tersebut sekaligus membuka ruang menuju target psikologis US$100.000.
