Cakrawala Indonesia – Program Studi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia kembali meluluskan doktor baru. Dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang digelar pada Sabtu (13/6), Dr. Marcellia Tania berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Reformasi Hukum dan Fungsi Pengawasan dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Produk Kulit Ilegal bagi Konsumen” dan dinyatakan lulus sebagai Doktor Ilmu Hukum.
Penelitian tersebut mengkaji pentingnya reformasi hukum dan penguatan fungsi pengawasan dalam menekan peredaran produk perawatan kulit ilegal yang masih banyak ditemukan di masyarakat.
Dalam pemaparannya, Dr. Marcellia menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan memadukan perspektif hukum dan psikologi untuk memahami perilaku konsumen dalam memilih produk perawatan kulit.
“Saya melihat banyak masyarakat yang menggunakan produk ilegal bukan karena sengaja melanggar aturan, tetapi karena kurang memahami risiko dan tidak mendapatkan informasi yang memadai. Karena itu, edukasi menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan,” ujar Dr. Marcellia saat sidang promosi doktor.
Menurutnya, peredaran produk skincare ilegal tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi bagi konsumen, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Risiko tersebut dinilai semakin besar bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil dan anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
Dr. Marcellia menekankan bahwa upaya penegakan hukum perlu diimbangi dengan langkah preventif melalui edukasi publik yang berkelanjutan. Ia meyakini bahwa peningkatan kesadaran masyarakat akan menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengurangi peredaran produk ilegal.
“Ketika masyarakat sudah memahami bahaya produk ilegal dan mampu memilih produk yang aman, maka ruang peredaran produk tersebut akan semakin sempit,” katanya.
Selain itu, ia mendorong pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas sosialisasi mengenai keamanan produk perawatan kulit melalui fasilitas kesehatan dasar yang telah dekat dengan masyarakat.
“Edukasi bisa dilakukan melalui posyandu, puskesmas, maupun layanan kesehatan ibu dan anak. Jalur ini relatif mudah diterapkan karena memanfaatkan sistem pelayanan yang sudah berjalan,” jelasnya.
Dalam disertasinya, Dr. Marcellia juga menyoroti pentingnya penguatan fungsi pengawasan terhadap produk yang masuk dan beredar di Indonesia. Menurutnya, pengawasan yang efektif harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi konsumen agar perlindungan masyarakat dapat terlaksana secara optimal.
Keberhasilan mempertahankan disertasi tersebut menjadi pencapaian akademik tertinggi dalam jenjang pendidikan doktoral. Sidang promosi doktor merupakan tahapan yang harus dilalui mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan dewan penguji sebelum memperoleh gelar doktor.
Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia menyampaikan bahwa Program Doktor Ilmu Hukum terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang memiliki kapasitas akademik dan kemampuan penelitian yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan hukum nasional.
Melalui penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, program doktoral diharapkan mampu melahirkan pemikir, akademisi, dan praktisi hukum yang dapat menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan hukum, termasuk dalam bidang perlindungan konsumen dan kesehatan masyarakat.
