Cakrawala Indonesia – Analis kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai penindakan terhadap sejumlah petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) harus menjadi momentum bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap jajaran orang-orang kepercayaannya di pemerintahan.
Menurut Said Didu, kasus yang menjerat sejumlah pejabat BGN menunjukkan bahwa ancaman terbesar bagi pemerintahan tidak selalu datang dari luar, melainkan dari pihak-pihak yang telah diberi kepercayaan untuk menjalankan program strategis negara.
“Saya melihat Prabowo betul-betul merasa dikhianati oleh orang yang dipercaya,” kata Said dalam Diskusi Media Buka Fakta yang diselenggarakan Forum Jurnalis Merdeka (FJM) bekerja sama dengan Mediatrust.id di Rumah Dinas Wakil Ketua DPR RI, Rabu (10/6/2026).
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu mengatakan langkah tegas aparat penegak hukum terhadap sejumlah pejabat BGN menjadi sinyal perlunya koreksi serius dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Said mengaku telah memperoleh informasi mengenai rencana pencopotan pejabat BGN beberapa jam sebelum keputusan tersebut diumumkan kepada publik. Menurutnya, Presiden Prabowo sangat kecewa atas dugaan pengkhianatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang sebelumnya dipercaya menjalankan program tersebut.
“Prabowo kecewa berat dan mendalam atas pengkhianatan dari orang-orang yang sebelumnya dipercaya menjalankan program BGN,” ujarnya.
Lebih lanjut, Said menilai kasus ini harus menjadi pelajaran bahwa loyalitas tidak boleh menjadi satu-satunya dasar dalam pengangkatan pejabat publik. Ia menekankan pentingnya aspek kompetensi, integritas, serta kemampuan tata kelola dalam menentukan pejabat yang mengelola program-program strategis pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Said juga menilai Presiden Prabowo mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap kritik masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, terlihat dari langkah pemerintah yang melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG setelah berbagai persoalan muncul di lapangan.
“Saya melihat Prabowo mulai realistis dan mulai mendengarkan kritik masyarakat,” katanya.
Meski mengkritisi pelaksanaan program, Said menegaskan dirinya tetap mendukung MBG karena memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, ia menilai implementasi program perlu diperbaiki agar anggaran yang digelontorkan dapat digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
Ia mengusulkan agar pemerintah memprioritaskan penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan sehingga kualitas program dapat terjaga sekaligus meminimalkan potensi pemborosan anggaran.
Selain itu, Said mendukung pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembiayaan program MBG.
“Saya mendukung pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pembiayaan program MBG. Itu lebih nyata manfaatnya kepada rakyat ketimbang dibuat bancakan pejabat,” tegasnya.
