Cakrawala Indonesia — Diskusi publik bertajuk “Rupiah Jeblok, Ekonomi di Tubir Jurang” yang digelar Obor Rakyat Reborn di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026), menyoroti pelemahan rupiah, tata kelola sumber daya alam (SDA), hingga tekanan ekonomi masyarakat bawah.
Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong ekspor SDA dilakukan melalui satu pintu lewat PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Menurutnya, langkah itu penting untuk menghentikan kebocoran penerimaan negara akibat praktik transfer pricing dan manipulasi harga ekspor.
“Sudah berpuluh-puluh tahun mereka itu selalu nyolong,” ujar Fuad.
Ia menilai pengelolaan SDA Indonesia selama ini banyak merugikan negara, terutama di sektor batu bara, nikel, emas, dan sawit.
Anggota DPR RI Mardani Ali Sera menyebut pemerintah tengah melakukan “eksperimen ekonomi” melalui Koperasi Desa Merah Putih yang dikelola PT Agrinas Pangan Nusantara.
Sementara itu, Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai klaim ekonomi nasional yang kuat belum dirasakan masyarakat luas. Ia menyoroti masih tingginya disparitas harga kebutuhan pokok dan energi di sejumlah daerah.
Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Reborn Setiyardi Budiono juga menyinggung tingginya angka pinjaman online yang disebut mencapai Rp110 triliun sebagai indikator tekanan ekonomi rakyat.
Di sisi lain, ekonom Dipo Satria Ramli menilai risiko krisis seperti 1998 masih kecil karena pemerintah kini memiliki instrumen pengendalian ekonomi yang lebih kuat.
