Cakrawala Indonesia – Setelah menorehkan prestasi di berbagai festival film internasional, film drama-aksi Bandit bersiap kembali menyapa penonton Indonesia. Karya sutradara Brian L. Tan ini resmi terpilih untuk berkompetisi dalam program Direction Award di Jakarta Film Week 2026.
Partisipasi tersebut menjadi momentum penting bagi Bandit untuk memperkenalkan kisah kriminal penuh ketegangan kepada penonton di Tanah Air, setelah mendapat pengakuan dari sejumlah festival film dunia.
Disutradarai Brian L. Tan, sineas Indonesia yang memiliki pengalaman di industri perfilman Hollywood melalui produksi seperti Tron: Legacy, X-Men: First Class, dan The Girl with the Dragon Tattoo, film ini menawarkan perpaduan aksi intens, sinematografi sinematik, serta sisi gelap Bali yang jarang diangkat ke layar lebar.
Raih Penghargaan di Festival Film Internasional
Sebelum terpilih dalam kompetisi Jakarta Film Week 2026, Bandit telah mencatatkan sejumlah pencapaian di panggung perfilman internasional.
Film ini meraih Grand Jury Award untuk Best Feature Film di Dances With Films Los Angeles 2026. Pengakuan lainnya datang dari The 18th Burbank International Film Festival melalui penghargaan Best Foreign Film.
Tak hanya dari sisi cerita, kualitas visual Bandit juga mendapat apresiasi. Sinematografer Austin Ahlborg membawa pulang penghargaan Best Cinematography Feature di Catalina Film Festival 2026.
Prestasi tersebut semakin diperkuat dengan tujuh nominasi di FilmOuest 2026. Nominasi itu meliputi Best Feature Film, Best Director untuk Brian L. Tan, Best Screenplay untuk Husein M. Atmodjo, Best Actor untuk Wafda Saifan, Best Supporting Actor untuk Teuku Rifnu Wikana, Best Cinematography untuk Austin Ahlborg, serta Best Sound untuk Michael Moeding.
Di luar deretan penghargaan dan nominasi tersebut, Bandit juga telah mendapat kesempatan tayang khusus di Balinale International Film Festival dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Film ini turut masuk dalam Official Selection Dili International Film Festival.
Aksi Perampokan yang Berubah Menjadi Mimpi Buruk
Bandit mengikuti kisah Gatra dan Tiar, dua sahabat yang kembali terjerumus ke dunia kriminal demi memperbaiki kehidupan mereka.
Situasi bermula ketika istri Gatra yang sedang hamil mengalami komplikasi medis berbahaya. Terdesak kebutuhan untuk menyelamatkan keluarganya, Gatra memutuskan mencuri sebuah mobil bersama Tiar, mantan rekan kejahatannya.
Aksi yang semula dianggap berjalan mulus itu berubah menjadi mimpi buruk ketika keduanya menemukan mayat termutilasi dan sepucuk pistol di dalam mobil tersebut.
Temuan mengerikan itu menyeret mereka ke dalam situasi berbahaya. Gatra dan Tiar harus menghadapi pemilik mobil yang kejam dan haus balas dendam, kawanan preman, serta kejaran polisi.
Di tengah malam yang semakin mencekam, keduanya hanya mengandalkan kecerdikan, keberanian, dan kesetiaan untuk bertahan hidup. Fajar menjadi satu-satunya harapan untuk keluar dari situasi tersebut, selama mereka mampu bertahan hingga pagi.
Dibintangi Aktor Indonesia
Ketegangan cerita Bandit diperkuat penampilan sejumlah aktor Indonesia, yakni Wafda Saifan, Roy Sungkono, Teuku Rifnu Wikana, dan Claresta Taufan.
Kehadiran para pemain tersebut menjadi salah satu elemen yang menghidupkan konflik dan dinamika karakter dalam film. Perpaduan cerita kriminal, tekanan psikologis, dan aksi yang intens menjadi daya tarik utama karya ini.
Terpilihnya Bandit dalam program kompetisi Direction Award Jakarta Film Week 2026 sekaligus membuka kesempatan bagi film tersebut untuk menjangkau lebih banyak penonton Indonesia.
Setelah perjalanan panjang di berbagai festival internasional, film ini juga dipersiapkan untuk menyapa penonton melalui jaringan bioskop komersial di Indonesia dalam waktu dekat.
Informasi terbaru mengenai jadwal penayangan dan perkembangan film Bandit dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @bandit.film.
