Cakrawala Indonesia – Kisah perjuangan perempuan Aceh melawan penjajahan hadir dalam balutan aksi kolosal melalui film Pasukan 1000 Janda. Disutradarai Archie Hekagery dan diproduksi Manara Films, film bergenre historical fantasy action ini mengangkat sosok Laksamana Malahayati bersama pasukan Inong Balee.
Trailer terbaru Pasukan 1000 Janda memperlihatkan atmosfer pertempuran yang intens. Para perempuan bersenjatakan rencong dan menguasai ilmu bela diri berhadapan dengan armada kapal perang Belanda yang dilengkapi meriam.
Film ini membawa penonton menyusuri dunia Aceh di masa lampau, mulai dari pertempuran di atas kapal, hempasan ombak di tengah laut, hingga duel pedang yang menegangkan. Visual kolosal dan adegan aksi menjadi bagian penting dalam menerjemahkan kisah perjuangan Malahayati ke layar lebar.
Poster resmi film juga memperkuat nuansa pertempuran epik dari Tanah Aceh. Cerita berpusat pada Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee, kelompok perempuan yang kehilangan suami akibat perang dan kemudian mengambil peran dalam perjuangan melawan penjajah.
“Lewat film Pasukan 1000 Janda, saya ingin membuat penonton merasakan bagaimana kalau kisah Laksamana Malahayati hadir sebagai sebuah action movie yang epik dan sinematik. Sejarah Indonesia memiliki cerita sebesar film action,” ujar Archie Hekagery.
Archie Hekagery duduk di kursi sutradara, sementara Yuda Wirafianto bertindak sebagai produser, Mifta Nur Rizki sebagai ko-produser, dan Bunga Mentari sebagai produser eksekutif.
Film ini turut menghadirkan sejumlah aktris dan aktor Indonesia. Atiqah Hasiholan dipercaya memerankan Laksamana Malahayati. Sementara pasukan Inong Balee diperankan antara lain oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani.
Jajaran pemeran lainnya terdiri dari Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, serta Ron Smoorenburg, aktor laga asal Belanda yang pernah tampil sebagai lawan Jackie Chan dalam film Who Am I?.
Bagi Atiqah Hasiholan, sosok Malahayati dan pasukan Inong Balee bukan sekadar bagian dari sejarah masa lalu. Semangat perempuan untuk memimpin, mengambil keputusan, dan menentukan kehidupannya sendiri dinilai masih relevan hingga saat ini.
“400 tahun berlalu. Perempuan tetap punya alasan untuk berdiri dan memimpin. Malahayati adalah seorang laksamana, warrior, namun juga seorang perempuan, ibu, dan istri. Kompleksitas itulah yang membuat sosoknya menarik untuk dibawa ke layar lebar,” kata Atiqah.
Menurutnya, karakter Malahayati menggambarkan sosok perempuan yang mampu menjalankan berbagai peran sekaligus tetap berjuang meski harus menghadapi kehilangan.
Sementara itu, Tasha Siahaan yang memerankan Dahlia, salah satu anggota Inong Balee, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama menjalani proses produksi. Selain mempelajari aksen dan dialek Aceh, ia juga menjalani latihan koreografi laga serta mendalami sejarah perjuangan perempuan Aceh.
“Bagiku film Pasukan 1000 Janda sangat relevan dengan kondisi saat ini. Sampai sekarang kita masih sering melihat banyak kelompok perempuan yang berani bersuara dan melawan saat tanah kelahiran dan tanah tinggalnya terancam,” ujar Tasha.
Melalui perpaduan sejarah, aksi, fantasi, dan visual kolosal, Pasukan 1000 Janda berupaya menghadirkan kisah perjuangan perempuan Aceh dalam format yang lebih sinematik dan menghibur.
Film Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui Instagram @pasukan1000janda dan @manara.studios.
