Cakrawala Indonesia – Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional sekaligus membangun kemandirian ekonomi warga Nahdlatul Ulama (NU). Melalui konsolidasi pengusaha dan profesional Nahdliyin di seluruh Indonesia, P2N akan mendorong penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), digitalisasi usaha, hingga pengembangan ekosistem ekonomi umat yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) P2N, Ir Lukman Edy, mengatakan organisasi yang dipimpinnya hadir sebagai wadah untuk menghimpun kekuatan ekonomi warga Nahdliyin agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi nasional.
“Terima kasih kepada teman-teman media atas kehadiran dan dukungannya. P2N merupakan organisasi yang bergerak di bidang ekonomi dengan menghimpun para pengusaha dan profesional Nahdliyin agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar, baik bagi jamaah maupun bagi pembangunan ekonomi nasional,” ujar Lukman Edy dalam acara Ta’aruf Pengurus Pusat P2N di Auditorium RRI Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurut Lukman, P2N tidak hanya akan menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang produktif melalui pembentukan badan usaha yang dikelola secara profesional. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi warga Nahdliyin sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
Di sisi lain, P2N juga memprioritaskan pengembangan kualitas SDM melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Program ini menyasar para pengusaha muda, pelaku UMKM, hingga kalangan santri yang memiliki potensi berwirausaha.
“Kita ingin membangun sistem pembinaan bagi para pelaku usaha, termasuk santri yang memiliki bakat berwirausaha, agar mereka memiliki akses terhadap pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan bisnis,” kata Lukman.
Untuk memperluas dampak program tersebut, P2N membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan, pelatihan, pengembangan bisnis, serta mendorong transformasi digital bagi pelaku usaha Nahdliyin.
Selain itu, P2N juga telah membentuk lembaga yang fokus pada bidang ketenagakerjaan guna meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi warga Nahdlatul Ulama.
Melalui berbagai program tersebut, P2N menargetkan lahirnya lebih banyak pengusaha baru dari kalangan Nahdliyin yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina P2N, H. Umar Syah HS, menegaskan P2N memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“P2N hadir bukan hanya sebagai wadah berkumpulnya para pengusaha dan profesional Nahdliyin, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat dan ekonomi umat,” ujarnya.
Menurut Umar, sektor UMKM merupakan fondasi utama perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, P2N akan memfokuskan program pada pembinaan UMKM, peningkatan kompetensi SDM, perluasan akses pembiayaan, digitalisasi usaha, serta penguatan jejaring bisnis antarpengusaha Nahdliyin.
“P2N berkomitmen mendorong UMKM agar mampu naik kelas, memiliki daya saing tinggi, memanfaatkan teknologi digital, serta mampu menembus pasar nasional maupun global,” katanya.
Ia menambahkan, P2N juga ingin menjadi pusat kaderisasi ekonomi Nahdlatul Ulama dengan melahirkan pengusaha Nahdliyin yang profesional, berintegritas, mandiri, serta tetap berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan langkah tersebut, P2N optimistis dapat berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga NU.
