Cakrawala Indonesia – Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia menegaskan pentingnya etika profesi sebagai fondasi utama dalam menjaga integritas dan stabilitas pasar modal Indonesia, di tengah meningkatnya fenomena influencer investasi dan kasus manipulasi pasar seperti pump and dump.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik Nasional bertema “Penguatan Integritas dan Stabilitas Pasar Modal Indonesia di Tengah Dinamika Global dan Perkembangan Influencer Investasi” yang diselenggarakan di Jakarta.
Ketua Umum PROPAMI, Aji Martono, menyampaikan bahwa regulasi saja tidak cukup untuk menghadapi dinamika dan inovasi di sektor keuangan.
“Regulasi akan selalu tertinggal dibandingkan dengan perkembangan modus di lapangan. Oleh karena itu, etika profesi dan kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pasar modal,” ujar Aji.
Penguatan Etika dan Profesionalisme
PROPAMI menegaskan komitmennya dalam memperkuat integritas profesi melalui sejumlah langkah strategis, antara lain:
• Penegakan kode etik secara tegas melalui mekanisme pengawasan internal dan kerja sama dengan regulator
• Peningkatan pendidikan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek kompetensi dan etika
• Mendorong peran profesional tersertifikasi dalam ekosistem edukasi digital
• Penguatan perlindungan investor melalui penerapan prinsip suitability dan disclosure
Dukungan terhadap Regulasi Influencer Investasi
Dalam kesempatan yang sama, Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan bahwa Rancangan Peraturan OJK (POJK) terkait influencer investasi dan promosi produk keuangan di ruang digital ditargetkan selesai pada Semester I 2026.
Regulasi ini akan mengatur secara tegas aktivitas yang mengandung rekomendasi investasi, dengan tujuan meningkatkan perlindungan investor sekaligus menjaga ruang edukasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Pentingnya Literasi Kritis dan Perlindungan Hukum
Peneliti dari INDEF, Riza Annisa Pujarama, menekankan bahwa literasi keuangan yang kritis menjadi faktor penting dalam menghadapi volatilitas global dan potensi manipulasi pasar.
Sementara itu, Ketua Bidang Hukum Cerdas Waspada Investasi Global (CWIG), Rahmat Aminudin, menyoroti perlunya penguatan akses keadilan bagi investor ritel, termasuk melalui mekanisme gugatan perwakilan (class action) dan peningkatan koordinasi antar lembaga penegak hukum.
Rekomendasi Strategis
Diskusi ini menghasilkan sejumlah rekomendasi utama, yaitu:
• Percepatan penerbitan dan sosialisasi POJK terkait influencer investasi
• Penguatan sistem deteksi transaksi mencurigakan berbasis teknologi
• Peningkatan literasi keuangan yang kritis dan berkelanjutan
• Penegakan kode etik profesi secara konsisten
PROPAMI menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pasar modal Indonesia yang berintegritas, transparan, dan melindungi investor.
