Cakrawala Indonesia — Forka Films menghadirkan Empat Musim Pertiwi, film terbaru karya sutradara Kamila Andini dan produser Ifa Isfansyah. Film ini mengisahkan perjalanan seorang perempuan menghadapi luka, trauma, dan misteri hingga menemukan kembali arti rumah.
Putri Marino memerankan Pertiwi, perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun. Kepulangannya bukan sekadar perjalanan menuju sebuah tempat, melainkan upaya menghadapi masa lalu yang selama ini ia tinggalkan.
Lanskap Bromo menjadi bagian penting dalam pengalaman visual film ini. Karakter alamnya berpadu dengan tata busana bernuansa cowboy western, menciptakan atmosfer pengembaraan yang kuat dan penuh misteri.
Melalui empat musim kehidupan Pertiwi, penonton diajak melihat bagaimana luka masa lalu membentuk seseorang. Perjalanan itu perlahan membawanya menemukan kekuatan dalam diri sekaligus menjadi sandaran bagi orang-orang yang terpinggirkan di kampungnya.
“Apa yang terjadi dengan Pertiwi bicara tentang ketidakadilan. Ada trauma-trauma kolektif. Namun dari film ini, dengan mengikuti Pertiwi, kita bisa sedikit melihat bagaimana bahkan dengan kerapuhan, seseorang juga bisa menemukan kekuatan-kekuatan atau bahkan menjadi kekuatan juga untuk orang lain,” ujar Kamila Andini.
Menurut Kamila, kisah Pertiwi tidak hanya membahas trauma kolektif, tetapi juga kekuatan bersama yang dapat tumbuh dari pengalaman tersebut.
Eksplorasi Genre dan Pengalaman Sinematik Imersif
Empat Musim Pertiwi memadukan sejumlah genre, mulai dari drama, suspense thriller, dan misteri hingga fiksi ilmiah.
Produser Ifa Isfansyah mengatakan pendekatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang imersif sekaligus mengajak penonton merasakan perjalanan emosional Pertiwi.
“Empat Musim Pertiwi sudah melakukan special screening dan saya merasakan dampak emosional yang dialami penonton. Di balik cinematic experience yang imersif, penonton merasa relate dengan situasi saat ini. Saya harap film ini bisa menyadarkan pentingnya untuk kita semua saling menjaga,” ujar Ifa.
Putri Marino juga mendedikasikan waktu khusus untuk mempersiapkan perannya sebagai Pertiwi. Selama proses tersebut, ia tidak mengambil proyek lain.
“Karakter Pertiwi sebenarnya adalah perempuan muda, tapi jiwanya sebenarnya sudah melampaui usianya. Pertiwi telah mengalami banyak hal dalam hidupnya, dan salah satu pintu masuk aku mengisi karakter Pertiwi adalah dengan membaca buku, untuk memahami apa yang dirasakan dan dialami Pertiwi,” kata Putri.
“Pertiwi adalah perempuan yang harus berhadapan dengan masa lalu dan menemukan kembali dirinya. Kepulangan tidak selalu berarti kembali menjadi orang yang sama,” lanjutnya.
Wakil Indonesia di Oscar 2027
Empat Musim Pertiwi mencatat perjalanan penting di panggung perfilman internasional. Film ini terpilih sebagai wakil resmi Indonesia untuk kategori Best International Feature Film pada Oscar 2027.
Film tersebut sebelumnya menjalani world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF). Perjalanannya kemudian berlanjut ke sejumlah festival internasional, termasuk Tokyo International Film Festival dan Singapore International Film Festival (SGIFF) 2026.
Pada hari yang sama dengan penayangan perdananya di bioskop Indonesia, 8 Oktober 2026, Empat Musim Pertiwi juga dijadwalkan hadir di Busan International Film Festival (BIFF) 2026.
Film ini menjadi proyek terbesar Forka Films dan merupakan hasil ko-produksi enam negara: Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia.
Empat Musim Pertiwi turut didukung melalui kolaborasi dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros, serta sponsor Oriflame.
Selain Putri Marino, film ini dibintangi Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, Totos Rasiti, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, Ayub Antoh, dan almarhum Donikus.
Dengan lanskap Bromo, misteri, perpaduan genre, dan perjalanan emosional seorang perempuan menghadapi masa lalu, Empat Musim Pertiwi menawarkan kisah tentang arti kepulangan serta keberanian menemukan kembali diri sendiri.
Empat Musim Pertiwi tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
