Cakrawala Indonesia – Harga emas dunia diprediksi melanjutkan tren penguatan dan berpotensi menembus level US$ 4.800 per troy ons pada pekan ini. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama dari faktor geopolitik dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, secara teknikal harga emas saat ini berada dalam tren naik. Ia menyebutkan level resistance pertama berada di US$ 4.779 per troy ons, dan resistance berikutnya di US$ 4.832 per troy ons.
“Jika kedua level tersebut berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan akan semakin terbuka,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Menurut Ibrahim, penguatan harga emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dinamika politik Amerika Serikat, serta kebijakan bank sentral terkait suku bunga. Selain itu, kondisi permintaan dan pasokan global juga turut menjadi pendorong.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menemukan titik temu dalam negosiasi perdamaian menjadi perhatian pasar. Situasi ini dinilai berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven, terutama di tengah kekhawatiran gangguan di jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz.
“Pekan ini cukup krusial karena akan menentukan arah konflik, apakah berlanjut atau mereda. Hal ini tentu berdampak pada pergerakan harga emas,” tambahnya.
Senada, analis emas sekaligus CEO The Gold Forecast, Gary Wagner, menilai bahwa eskalasi konflik dapat mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi.
“Setiap peningkatan ketegangan berpotensi mengangkat kembali permintaan safe haven, sehingga harga emas bisa bergerak ke kisaran US$ 4.900 hingga US$ 5.000 per troy ons,” jelas Wagner.
Sementara itu, proyeksi jangka menengah dari Morgan Stanley memperkirakan harga emas dapat mencapai US$ 5.200 per troy ons pada paruh kedua 2026. Meski demikian, angka tersebut telah direvisi turun sekitar US$ 500 dari proyeksi sebelumnya.
Dengan berbagai faktor tersebut, pasar emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat, dengan kecenderungan menguat seiring meningkatnya ketidakpastian global.
