Cakrawala Indonesia — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan tajam pada perdagangan awal pekan. Berdasarkan data dari Logam Mulia, harga emas Antam turun sebesar Rp30.000 menjadi Rp2.807.000 per gram.
Penurunan ini terjadi setelah dalam beberapa hari terakhir harga emas menunjukkan pergerakan fluktuatif. Pada Sabtu (28/3), harga sempat menguat ke level Rp2.837.000 per gram, namun sehari sebelumnya, Jumat (27/3), harga justru terkoreksi ke Rp2.810.000 per gram.
Tidak hanya harga jual, nilai pembelian kembali (buyback) juga mengalami tekanan lebih dalam. Harga buyback emas Antam pada Senin tercatat turun Rp36.000 menjadi Rp2.425.000 per gram.
Meski demikian, secara tahunan kinerja emas Antam masih menunjukkan tren positif. Sejak awal 2026, harga emas telah naik sekitar 12% dari posisi Rp2.488.000 per gram. Adapun rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) tercatat pada 29 Januari 2026 di level Rp3.168.000 per gram.
Analis menilai pelemahan harga emas saat ini dipengaruhi oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan signifikan di awal tahun. Selain itu, pergerakan harga emas global dan dinamika nilai tukar rupiah juga turut memberikan tekanan terhadap harga domestik.
Dalam transaksi, penjualan kembali emas ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP, sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaku pasar disarankan untuk mencermati pergerakan harga emas dalam jangka pendek, mengingat volatilitas yang masih tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
