Cakrawala Indonesia – Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pendampingan dan pelayanan kepada perusahaan anggota, GAKESLAB Jakarta sukses menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 pada Sistem Online Single Submission (OSS) dan Sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) di Hotel Pomelotel, Jakarta.
Kegiatan ini merupakan Batch 1 dari rangkaian sosialisasi yang akan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan wilayah keanggotaan GAKESLAB Jakarta. Pada pelaksanaan perdana ini, kegiatan diikuti oleh lebih dari 80 perusahaan anggota aktif yang berdomisili di wilayah Jakarta Selatan.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris GAKESLAB Jakarta, Yudi Hartono, yang menegaskan bahwa perubahan regulasi merupakan bagian dari dinamika dunia usaha yang harus dipahami dan direspons secara tepat oleh seluruh pelaku usaha alat kesehatan.
Menurutnya, implementasi KBLI 2025 menjadi salah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian dari anggota GAKESLAB Jakarta. Banyak perusahaan masih menghadapi berbagai kendala dalam proses penyesuaian data pada Sistem OSS maupun AHU, sehingga diperlukan pemahaman yang tepat melalui informasi yang disampaikan langsung oleh instansi berwenang.

“GAKESLAB Jakarta memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anggota memperoleh informasi yang akurat, resmi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha sehingga setiap perubahan regulasi dapat dipahami dan diimplementasikan dengan baik oleh anggota,” ujar Yudi Hartono.
Sambutan juga disampaikan secara daring oleh Ketua Umum GAKESLAB Indonesia, Rd. Kartono Dwidjosewojo, yang menekankan pentingnya kegiatan sosialisasi dan pendampingan mengingat dinamika regulasi yang dihadapi pelaku usaha saat ini.
Sebagai narasumber, hadir Indra Kurniansyah, S.Kom, Pranata Komputer Ahli Pertama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Selain memaparkan materi, narasumber juga memberikan simulasi langsung penggunaan Sistem OSS sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai tahapan penyesuaian KBLI 2025 sesuai ketentuan yang berlaku.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari sinkronisasi data antara OSS dan AHU, proses konversi KBLI, perubahan data perusahaan, hingga dampak implementasi KBLI terhadap perizinan berusaha di sektor alat kesehatan.
Salah satu peserta, Karent Yonathan Tandayu dari PT Roche Indonesia, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Sosialisasi ini sangat membantu kami. Selama ini kami mengalami kendala dalam proses konversi KBLI 2025. Melalui pendampingan dan simulasi langsung dari narasumber BKPM, akhirnya kami berhasil melakukan proses konversi tersebut. Terima kasih kepada GAKESLAB Jakarta yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha alat kesehatan,” ungkapnya.
Keberhasilan sejumlah peserta dalam menyelesaikan kendala implementasi KBLI 2025 selama kegiatan berlangsung menjadi bukti bahwa sosialisasi ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga menghadirkan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh perusahaan.
Turut hadir mendampingi jalannya kegiatan jajaran Pengurus GAKESLAB Jakarta, yaitu Ketua Andri Noviar, Wakil Ketua I Josephine Marpaung, Wakil Ketua II Akmal Fauzan, serta Sekretaris Yudi Hartono.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat organisasi melalui penyampaian arahan mengenai pembentukan Koordinator Wilayah (Korwil) GAKESLAB Jakarta oleh Ketua Bidang Organisasi dan Umum.
Pembentukan Korwil merupakan langkah strategis untuk memperkuat komunikasi organisasi, mempercepat penyampaian informasi kepada anggota, menghimpun aspirasi pelaku usaha di setiap wilayah, serta membangun kolaborasi yang lebih erat antaranggota. Melalui Korwil, anggota diharapkan semakin mudah memperoleh informasi mengenai perkembangan regulasi, program organisasi, dan berbagai kegiatan GAKESLAB Jakarta.
Ketua GAKESLAB Jakarta, Andri Noviar, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk nyata manfaat keanggotaan yang terus dikembangkan organisasi.
“Kami ingin GAKESLAB Jakarta hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi seluruh anggota dalam menghadapi berbagai tantangan regulasi dan perkembangan dunia usaha alat kesehatan. Melalui program-program seperti sosialisasi ini, kami berharap anggota semakin siap menghadapi perubahan kebijakan sekaligus mampu menjalankan usahanya sesuai ketentuan yang berlaku.”
Kegiatan Sosialisasi Penerapan KBLI 2025 Batch 1 berlangsung dengan lancar, tertib, dan sukses. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan pelaku usaha terhadap informasi regulasi yang akurat serta pendampingan teknis dari pemerintah masih sangat tinggi.
Melihat besarnya animo anggota, GAKESLAB Jakarta akan kembali menyelenggarakan tiga batch sosialisasi lanjutan bagi anggota aktif di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, serta gabungan wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Melalui pelaksanaan secara bertahap ini, GAKESLAB Jakarta ingin memastikan seluruh anggota memperoleh kesempatan yang sama untuk memahami implementasi KBLI 2025, berdiskusi langsung dengan narasumber dari BKPM, serta memperoleh pendampingan teknis dalam proses konversi dan penyesuaian data pada Sistem OSS dan AHU.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, GAKESLAB Jakarta kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi yang adaptif, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh perusahaan anggota. GAKESLAB Jakarta juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendukung terciptanya iklim usaha alat kesehatan yang sehat, tertib, dan berdaya saing sehingga pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Versi ini lebih padat, mengurangi pengulangan, memperkuat alur berita, dan mengikuti gaya siaran pers yang umum digunakan media maupun organisasi. Jika ditujukan untuk media massa, naskah ini juga dapat dipersingkat lagi menjadi sekitar 700–900 kata dengan format piramida terbalik.
