Cakrawala Indonesia – Harga Bitcoin (BTC) mengawali perdagangan Senin (1/6/2026) dengan kenaikan tipis setelah Chairman Strategy, Michael Saylor, memberikan sinyal yang memicu spekulasi pasar mengenai potensi pembelian Bitcoin dalam waktu dekat.
Berdasarkan data pasar kripto pagi ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$73.934 per koin, naik sekitar 0,09% dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi di tengah pergerakan yang relatif beragam pada aset kripto utama lainnya.
Sementara itu, kapitalisasi pasar kripto global tercatat naik 0,13% menjadi sekitar US$2,49 triliun. Di sisi lain, beberapa aset kripto besar justru mengalami pelemahan, termasuk Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE). Adapun Binance Coin (BNB) menjadi salah satu aset yang masih mencatatkan penguatan.
Sinyal Baru dari Michael Saylor
Perhatian pelaku pasar tertuju pada unggahan Michael Saylor di media sosial pada Minggu (31/5/2026). Dalam unggahan tersebut, Saylor menuliskan pesan singkat “Working Better” sambil menyertakan grafik riwayat pembelian Bitcoin oleh Strategy selama hampir enam tahun terakhir.
Grafik yang berasal dari StrategyTracker.com itu sebelumnya kerap muncul menjelang pengumuman pembelian Bitcoin baru oleh perusahaan. Karena itu, banyak investor menilai unggahan terbaru tersebut sebagai sinyal bahwa Strategy berpotensi kembali melanjutkan akumulasi Bitcoin setelah beberapa pekan tidak melakukan pembelian tambahan.
Jika terealisasi, pembelian baru tersebut diperkirakan dilakukan pada level harga yang lebih rendah dibandingkan rata-rata harga akuisisi perusahaan sebelumnya.
Kepemilikan Bitcoin Strategy Tembus 843 Ribu BTC
Hingga saat ini, Strategy tercatat memiliki sekitar 843.738 Bitcoin dengan harga rata-rata akuisisi sekitar US$75.701 per BTC. Dengan harga pasar yang masih berada di bawah rata-rata akumulasi tersebut, investor menilai perusahaan memiliki peluang untuk menambah kepemilikan pada valuasi yang lebih menarik.
Meski Bitcoin mengalami penurunan sekitar 3,65% sepanjang Mei 2026, sejumlah analis masih mempertahankan pandangan positif terhadap prospek jangka panjang aset kripto terbesar di dunia tersebut.
Fundamental Jangka Panjang Dinilai Tetap Kuat
CEO Blockstream, Adam Back, menilai struktur jangka panjang Bitcoin masih menunjukkan kekuatan. Menurutnya, rata-rata pergerakan harga 200 minggu (200-week moving average) kini telah berada di atas level US$61.000.
Indikator tersebut selama ini sering digunakan sebagai acuan untuk menilai tren jangka panjang Bitcoin. Posisi harga yang masih berada jauh di atas level tersebut dinilai mencerminkan fondasi pasar yang tetap solid meskipun sempat menghadapi tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
Fokus pada Dukungan Pemegang Saham
Selain strategi akumulasi Bitcoin, Strategy juga tengah berupaya memperoleh dukungan pemegang saham menjelang pemungutan suara yang akan berakhir pada 7 Juni 2026.
Perusahaan mengusulkan perubahan skema pembayaran dividen saham preferen abadi STRC dari yang sebelumnya dilakukan setiap bulan menjadi dua kali dalam sebulan. Manajemen menilai perubahan tersebut dapat meningkatkan likuiditas, efisiensi perdagangan, serta memberikan fleksibilitas lebih besar bagi investor dalam melakukan reinvestasi.
Proposal tersebut membutuhkan persetujuan minimal 50% dari total sekitar 85 juta saham yang beredar. Manajemen Strategy menegaskan bahwa setiap suara pemegang saham akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pemungutan suara tersebut.
Dengan kombinasi sentimen akumulasi Bitcoin dan agenda korporasi yang tengah berlangsung, perhatian pelaku pasar diperkirakan masih akan tertuju pada langkah Strategy dalam beberapa pekan mendatang. Jika pembelian Bitcoin baru benar-benar diumumkan, sentimen positif terhadap pasar kripto berpotensi kembali menguat.
