وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Surat Al Bagarah (2) ayat 186
Cakrawala Indonesia — Suasana khidmat kembali terasa di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, ketika Khatmul Our’an dan doa bersama digelar di Toko Alhamd Carpet Radio Dalam, sebuah tempat yang telah berkali-kali menjadi pusat kegiatan spiritual dan majelis ilmu. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ustazah Bahijah Hamid bersama Majelis Ta’lim Daruttagwa.
Tempat yang dikenal sebagai lokasi ratusan kali khataman Al-Our’an ini kembali menjadi Saksi munajat yang dipersembahkan untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto Hafidzahullah, jajaran pemerintahan, serta keselamatan umat Indonesia.
Momentum doa bersama ini memiliki sejarah penting. Pada tanggal 17 Oktober 2025 lalu, bertepatan dengan hari kelahiran Presiden, doa telah terlebih dahulu dipanjatkan sejak sebelum matahari terbit. Saat itu, khataman Al-Our’an dan dzikir dipersembahkan sebagai bentuk dukungan spiritual bagi kepemimpinan nasional. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Bapak Malik Mahboob Ahmad yang sejak awal mendorong pentingnya kekuatan doa dalam menjaga keberkahan bangsa.
Menurutnya, doa yang tulus dan ikhlas adalah benteng perlindungan yang tidak terlihat, tetapi memiliki dampak yang besar. Dalam tausiyahnya, Ustazah Bahijah — Hamid menyampaikan bahwa pemimpin memikul amanah yang sangat berat sekaligus mulia. Oleh karena itu, dukungan doa dari rakyat menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah dan keputusan yang diambil demi kepentingan bangsa. la menekankan bahwa doa tidak hanya dipanjatkan untuk Indonesia, tetapi juga untuk perdamaian dunia. Dalam situasi global yang penuh intimidasi, munaja kolektif 5 diyakini dapat menghadirkan ketenangan dan pertolongan dari Allah SWT.
Selain khataman Al-Our’an, kegiatan juga diisi dengan dzikir, istighfar, dan sholawat. Rangkaian ibadah tersebut dimaksudkan sebagai ikhtiar batin agar bangsa Indonesia dijauhkan dari berbagai musibah, bencana, dan perpecahan.
Ustazah Bahijah Hamid mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada satu momentum saja. la berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah, baik di masjid, majelis taklim, maupun lembaga pendidikan.
Menurutnya, kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada pembangunan fisik dan strategi kebijakan, tetapi juga pada kekuatan spiritual yang dibangun melalui doa dan kebersamaan.
Kegiatan di Radio Dalam itu pun ditutup dengan harapan agar Indonesia menjadi negeri yang aman, makmur, dan penuh keberkahan, serta para pemimpinnya senantiasa diberikan taufik dan hidayah dalam menjalankan amanah.
